Institut Teknologi PLN (ITPLN) menegaskan komitmennya dalam menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pelestarian identitas budaya nasional. Dalam pandangan kampus, penguasaan bidang teknik tidak boleh mengikis karakter bangsa, melainkan harus diperkuat dengan nilai-nilai luhur daerah agar tercipta harmoni antara inovasi dan kearifan lokal.
Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa, menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga jati diri meski bergerak di sektor teknologi yang dinamis. Dalam peringatan HUT ke-18 Paguyuban Sunda ITPLN, Iwa memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang konsisten memegang teguh marwah budaya di tengah arus globalisasi.
Dosen Pembina Paguyuban Sunda ITPLN, Dhami Johar Damiri, menambahkan bahwa filosofi budaya Sunda memiliki keterkaitan erat dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, konsep keseimbangan antara manusia dan alam yang tersirat dalam nilai budaya menjadi bekal krusial bagi generasi muda dalam memelopori pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Selain aspek pelestarian, pihak kampus berharap agar organisasi kemahasiswaan berbasis daerah dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hendra Jatnika, selaku Pangaping Paguyuban Sunda ITPLN, menyatakan bahwa kegiatan organisasi harus menjadi ruang kolaborasi lintas angkatan serta menjadi sarana evaluasi untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan lingkungan.