Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus memacu akselerasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh wilayah. Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 3,2 juta jiwa telah menerima manfaat dari program yang diinisiasi sebagai langkah strategis deteksi dini penyakit tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menyatakan optimisme pemerintah daerah dalam mencapai target cakupan 46% penduduk atau setara dengan 7,3 juta jiwa pada akhir tahun 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 yang berhasil menjangkau 22,56% masyarakat, menempatkan Sumut pada peringkat keempat terbaik secara nasional dalam implementasi program serupa.

Guna memudahkan aksesibilitas, layanan CKG kini telah tersedia di 619 unit Puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, secara khusus telah menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota untuk mengoptimalkan operasional di lapangan demi memastikan target cakupan terpenuhi sesuai jadwal.

Program ini dirancang sebagai instrumen preventif untuk memetakan profil kesehatan masyarakat secara komprehensif. Melalui skrining kesehatan yang dilakukan lebih awal, otoritas kesehatan berharap potensi risiko penyakit dapat terdeteksi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, sehingga intervensi medis dapat dilakukan secara efisien.

Selain memperluas cakupan CKG, Pemerintah Provinsi Sumut juga berkomitmen untuk terus memperkuat jaminan layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat diimbau untuk proaktif memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis ini sebagai langkah investasi kesehatan jangka panjang.