Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah menjajaki metode mutakhir dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Lembaga riset negara tersebut sedang mengkaji pemanfaatan singkong sebagai bahan dasar teknologi pemadaman api, yang secara populer disebut sebagai gerakan "ubi bombing". Langkah inovatif ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau.

Konsep yang sebelumnya sempat dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini dinilai memiliki landasan ilmiah yang kuat. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian awal secara teoritis, formulasi berbahan singkong sangat memungkinkan untuk diaplikasikan di lapangan. Guna merealisasikan rencana ini, BRIN aktif berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mempersiapkan aspek teknisnya.

Kendati demikian, Arif menekankan bahwa penerapan teknologi ini tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan serangkaian uji coba lanjutan dan persiapan yang matang sebelum metode "ubi bombing" ini benar-benar diterjunkan secara massal. Pihak BRIN saat ini tengah menunggu hasil pemutakhiran data dan berharap uji coba lapangan dapat memberikan hasil positif dalam waktu dekat.

Di samping menggodok inovasi berbasis singkong, BRIN juga konsisten memperkuat mitigasi karhutla konvensional. Melalui kolaborasi bersama Polri serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN terus mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna memicu hujan buatan di wilayah-wilayah rawan kebakaran.