Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu (24/6/2026), segera setelah lembaga penyedia indeks global MSCI mengumumkan keputusan untuk mempertahankan pasar modal Indonesia dalam kategori Emerging Market atau pasar negara berkembang.

Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat dibuka di posisi 6.128,27, meningkat 26,94 poin atau tumbuh 0,44%. Penguatan tersebut semakin terlihat beberapa menit kemudian ketika indeks acuan bursa domestik ini melonjak hingga 1,13% ke level 6.171,38. Aktivitas perdagangan pada sesi awal cukup dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp182,34 miliar dan volume pergerakan saham sebesar 239,13 juta lembar yang terjadi dalam 24.875 kali transaksi.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan sebanyak 226 saham mencatatkan kenaikan, sementara 72 saham mengalami pelemahan dan 301 saham lainnya bergerak stagnan. Emiten-elemen yang paling aktif diperdagangkan antara lain TPIA, BBCA, DSSA, BBRI, dan BMRI.

Keputusan MSCI tersebut disambut positif pelaku pasar meski lembaga berbasis New York itu memberikan sejumlah catatan penting. Dalam laporan MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis Rabu dini hari, investor institusional internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham dan dugaan adanya perilaku perdagangan terkoordinasi di pasar saham domestik.

MSCI menegaskan bahwa kedua isu tersebut secara material membatasi kemampuan investor untuk menilai free float sesungguhnya dan mengandalkan harga pasar untuk konstruksi portofolio. Kedua hal tersebut berkaitan langsung dengan pilar Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar dalam kerangka kerja Aksesibilitas Pasar MSCI.

Namun demikian, MSCI mengapresiasi langkah reformasi yang telah diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Reformasi tersebut mencakup peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih detail, pengenalan kerangka Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), serta peta jalan peningkatan syarat free float minimum menjadi 15%.

MSCI memberikan peringatan bahwa jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada evaluasi berikutnya di November 2026, pihaknya akan mempertimbangkan berbagai opsi termasuk kemungkinan menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Di sisi lain, bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam pada perdagangan yang sama. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,2%, sementara Kospi Korea Selatan rebound melonjak lebih dari 2% setelah sebelumnya anjlok sekitar 10%. Indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak mendatar, dan kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 23.498.