Menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, dunia pendidikan vokasi dituntut untuk terus beradaptasi dengan cepat. Di tengah disrupsi teknologi ini, Master Dinh Xuan Thuy, Kepala Jurusan Teknik Elektro dan Elektronika di College of Urban Construction, muncul sebagai sosok pionir yang mendedikasikan dirinya untuk menjembatani teori akademis dengan kebutuhan industri modern melalui integrasi kecerdasan buatan (AI).

Lahir pada tahun 1985 di wilayah Bac Ninh yang kental akan tradisi akademis, Thuy menempuh pendidikan teknik elektronika di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi. Pengalaman praktisnya selama dua tahun bekerja di sektor manufaktur modern di Taiwan menyadarkannya akan tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil. Hal ini memantapkan tekadnya untuk kembali ke Vietnam dan mengabdi sebagai pendidik sejak usia muda.

Kepala Sekolah Tinggi Konstruksi Perkotaan, Bui Hong Hue, memuji dedikasi Thuy yang dikenal proaktif dalam merancang alat peraga dan menyusun kurikulum mutakhir. Thuy tidak hanya sukses mengantarkan anak didiknya meraih gelar juara dalam kompetisi keterampilan kejuruan tingkat kota, tetapi juga selalu menjadi yang terdepan dalam memperbarui materi ajar agar tetap relevan dengan dinamika industri.

Komitmennya terhadap teknologi mutakhir dibuktikan dengan rampungnya proyek penelitian ilmiah pada awal tahun 2026 mengenai penerapan AI dalam pembelajaran teknik elektro. Panduan praktis yang disusunnya membantu pengenalan AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini, serta melatih para dosen untuk menyusun modul pembelajaran dan evaluasi berbasis AI yang lebih efektif dan efisien.

Tidak berhenti pada teori, Thuy bersama rekan-rekannya juga berhasil mengembangkan prototipe rumah pintar bertenaga AI dan IoT. Alat peraga interaktif ini dilengkapi dengan berbagai fitur sensor canggih, seperti pendeteksi banjir, peringatan kebakaran dengan sistem pemutus arus otomatis, serta sistem keamanan intrusi. Model ini dirancang khusus untuk mempermudah mahasiswa memahami cara teknologi menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

Menyadari pentingnya prospek kerja mahasiswa, Thuy giat membangun kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan di sektor kelistrikan dan sistem pendingin. Selama kurun waktu 2024-2025, inisiatifnya berhasil membuka kelas pelatihan dasar bagi 80 siswa guna menyuplai kebutuhan pasar. Ia juga memprakarsai pembuatan jejaring komunikasi bagi alumni untuk memfasilitasi pertukaran informasi lowongan pekerjaan.

Bagi Thuy, tanggung jawab seorang pendidik tidak berhenti saat mahasiswa menerima ijazah kelulusan. Dedikasi berkelanjutan, kesederhanaan hidup, dan visi inovatifnya mencerminkan sosok guru vokasi modern yang siap mencetak generasi insinyur yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam era transformasi digital nasional.