Pada tahun 2008, sebuah pemandangan pilu di ruang perawatan Malang memicu keresahan mendalam bagi Ahmad Hasyim Wibisono. Ia menyaksikan seorang pasien diabetes harus kehilangan kakinya melalui prosedur amputasi, akibat penanganan luka yang tidak memadai. Peristiwa itu menjadi titik balik bagi Hasyim, yang kemudian mendedikasikan kariernya untuk mencari metode perawatan luka yang lebih baik dan manusiawi.
Hasyim menempuh pendidikan spesialis hingga ke mancanegara, termasuk di Flinders University, Australia, untuk mendalami manajemen diabetes. Berbekal ilmu tersebut, ia mendirikan Pedis Care. Layanan ini dirancang sebagai solusi inovatif berbasis home care yang berfokus pada penanganan luka kronis, seperti luka diabetes, kanker, hingga luka bakar, dengan visi memutus rantai ketergantungan pasien pada tindakan amputasi.
Salah satu terobosan kunci yang diusung Pedis Care adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini memungkinkan tim medis menganalisis kondisi luka secara presisi hanya melalui pemindaian kamera ponsel pintar. Sistem AI mampu mengukur luas serta kedalaman luka secara instan, sehingga strategi perawatan yang diterapkan menjadi jauh lebih akurat dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Perjalanan membangun startup kesehatan ini tidaklah mudah. Hasyim harus menepis keraguan publik terhadap konsep perawatan luka di luar rumah sakit melalui edukasi masif. Tak hanya soal teknologi, ia juga membangun ekosistem sosial dengan menerapkan sistem subsidi silang. Melalui kemitraan dengan lembaga filantropi, pasien dari kalangan kurang mampu tetap mendapatkan akses perawatan yang berkualitas, sesuai prinsipnya bahwa kesehatan adalah hak semua lapisan masyarakat.
Kini, Pedis Care telah bertransformasi menjadi layanan kesehatan komprehensif yang mencakup fisioterapi hingga penyediaan alat medis. Meski telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, bagi Hasyim, kepuasan terbesar bukanlah pada trofi, melainkan saat melihat pasiennya berhasil mempertahankan anggota tubuh dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik.