Kelompok pembudidaya jamur kuping "Lembah Spora" di Desa Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, kini dapat tersenyum lega. Melalui program pengabdian masyarakat, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin oven pengering untuk mengatasi kendala produksi yang selama ini menghambat potensi usaha mereka.
Inovasi yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini menghadirkan mesin oven pengering berkapasitas 10 rak. Kehadiran teknologi tersebut terbukti mampu memangkas durasi pengeringan jamur kuping secara signifikan, dari yang semula memakan waktu hingga dua hari di bawah terik matahari, menjadi hanya berkisar 4 hingga 5 jam pada suhu konstan 110 derajat Celsius.
Ketua tim pengabdian UMS, Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini dirancang agar manfaat teknologi dapat langsung diimplementasikan di tingkat akar rumput. Menurut Sekretaris Program Studi Teknik Mesin UMS tersebut, kolaborasi ini berfokus pada pembangunan kemandirian ekonomi warga melalui peningkatan kapasitas produksi serta pengenalan pemasaran digital.
Tidak hanya memberikan bantuan mesin, tim akademisi UMS juga membekali sekitar 15 anggota kelompok Lembah Spora yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dengan berbagai pelatihan manajerial. Pelatihan ini mencakup metode pembukuan keuangan sederhana, optimalisasi platform toko online, hingga strategi pemanfaatan iklan digital demi menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua kelompok tani Lembah Spora, Endang Susilowati, mengapresiasi langkah nyata yang diinisiasi oleh UMS. Ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan mesin oven ini membuat proses produksi terus berjalan tanpa terhambat oleh faktor cuaca yang tidak menentu, menghasilkan produk jamur kering yang lebih higienis, serta memperbaiki sistem pengemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.