Samsung Research America (SRA) sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terobosan baru yang dirancang khusus untuk memantau kondisi kesehatan pengguna secara berkelanjutan. Teknologi yang dinamakan sebagai health foundation model ini memanfaatkan biosignal dari perangkat wearable, seperti smartwatch, guna menghasilkan analisis kesehatan yang mendalam serta panduan medis personal yang akurat.

Melalui visi Connected Care yang diperkenalkan pada ajang Galaxy Unpacked, Samsung berupaya menggeser paradigma layanan kesehatan dari yang semula bersifat reaktif menjadi lebih preventif dan terintegrasi. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, data dari aktivitas harian seperti pola tidur, detak jantung, dan aktivitas fisik dapat diolah menjadi informasi kesehatan yang sangat bermakna bagi pengguna.

Dalam riset terbarunya, tim peneliti memperkenalkan dua model AI unggulan, yakni xMAE (Physiology-Aware Masked Cross-Modal Reconstruction) dan HiMAE (Hierarchical Masked Autoencoder). Model xMAE dirancang untuk memetakan hubungan antara sinyal elektrokardiogram (ECG) yang akurat tetapi memerlukan pengukuran manual, dengan sinyal fotopletismografi (PPG) yang dapat dipantau secara pasif dan terus-menerus melalui sensor jam tangan pintar. Dengan demikian, kesehatan jantung pengguna dapat dipantau secara presisi tanpa memerlukan tes ECG mandiri secara terpisah.

Sementara itu, HiMAE berfokus pada analisis data kesehatan dalam berbagai rentang waktu, mulai dari fluktuasi detak jantung jangka pendek hingga pola tidur jangka panjang. Menariknya, model HiMAE dirancang sangat efisien hingga mampu berjalan langsung di dalam prosesor jam tangan pintar (on-device AI) dalam waktu kurang dari satu milidetik. Kemampuan ini memungkinkan analisis biosignal mentah secara real-time tanpa perlu bergantung pada koneksi internet atau server cloud.

Kedua riset inovatif ini telah mendapatkan pengakuan internasional yang signifikan dengan diterima di ajang konferensi sains terkemuka dunia, yakni International Conference on Machine Learning (ICML) dan International Conference on Learning Representations (ICLR). Langkah ini menandai babak baru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk masa depan ekosistem kesehatan digital yang lebih mandiri dan personal.