Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan solusi teknologi tepat guna untuk mengatasi persoalan irigasi di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Sebanyak 27 mahasiswa lintas disiplin mengenalkan sistem irigasi tetes (drip irrigation system) otomatis berbasis sensor guna menjaga produktivitas pertanian warga di Desa Turpuk Sihotang dan Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, saat musim kemarau tiba.
Koordinator Mahasiswa Sub-Unit KKN-PPM UGM Harian Samosir, Raja Panggabean, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat di wilayah tersebut bergantung pada sektor pertanian. Namun, setiap musim kemarau, penurunan kelembapan tanah kerap menurunkan kualitas lahan pertanian akibat terbatasnya pasokan air. Melalui teknologi irigasi tetes ini, petani tidak lagi menyiram tanaman secara konvensional, melainkan cukup mengisi bak penampungan air yang nantinya akan dialirkan otomatis oleh sensor deteksi kelembapan tanah.
Pengembangan sistem pintar ini terwujud berkat kolaborasi erat berbagai disiplin ilmu. Klaster Agro mengidentifikasi kebutuhan spesifik lahan, sementara klaster Sains dan Teknologi merancang pemrograman sensor dan infrastruktur fisik. Di sisi lain, mahasiswa klaster Sosio Humaniora mengawal proses sosialisasi dan pendampingan agar teknologi baru ini dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Tidak hanya menyasar sektor pertanian, tim KKN UGM juga mengatasi persoalan lingkungan di kedua desa melalui program pengelolaan sampah terpadu Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Warga diedukasi untuk memilah sampah secara mandiri, di mana sampah organik diolah menjadi cairan multiguna eco-enzyme, sedangkan sampah anorganik dialihfungsikan menjadi conblock yang bernilai guna ekonomis.
Anggota klaster Sosio Humaniora, Kayessa Sianipar, mengungkapkan bahwa program pengabdian ini menghadapi tantangan fisik yang cukup berat pada fase awal, mulai dari adaptasi cuaca dingin hingga perubahan kondisi kesehatan anggota tim. Kendati demikian, ia berharap program ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan oleh warga untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Airin Liemanto, memberikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa. Menurutnya, tantangan di lapangan justru menjadi media terbaik untuk membentuk karakter mahasiswa yang peka sosial dan tangguh. Ia berharap inovasi yang telah dirintis tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga melahirkan kemandirian bagi masyarakat di Pulau Samosir.