Ajang FIFA World Cup 2026 akan menandai babak baru dalam integrasi teknologi pada sepak bola internasional. Melalui kolaborasi strategis antara FIFA dan Lenovo, sistem Video Assistant Referee (VAR) kini diperkuat dengan teknologi avatar tiga dimensi (3D) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menyajikan tayangan ulang keputusan offside dengan lebih presisi.
Teknologi ini bekerja dengan mengonversi data pemindaian tubuh setiap pemain menjadi model digital yang akurat. Sebelum turnamen dimulai, pemain menjalani proses pemindaian singkat selama 30 detik untuk menangkap dimensi dan proporsi tubuh secara mendetail. Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi Advanced Generative AI (GenAI) guna menciptakan replika digital yang unik bagi masing-masing atlet.
Art Hu, Chief Information Officer Lenovo, menjelaskan bahwa solusi ini dirancang untuk memberikan konteks visual yang lebih jernih bagi para penggemar di seluruh dunia. Dengan adanya avatar 3D ini, tayangan ulang keputusan wasit di lapangan dapat dipahami dengan lebih baik oleh penonton, tanpa menggantikan fungsi sistem VAR yang dikelola sepenuhnya oleh FIFA.
Dalam ekosistem ini, Lenovo berperan menyediakan manajemen aset digital menyeluruh, mulai dari pemrosesan data, verifikasi model, hingga integrasi ke dalam sistem pelacakan pemain. Dr. Valerio Rizzo, pakar AI di Lenovo, menambahkan bahwa setiap avatar dirender secara spesifik agar merepresentasikan kondisi fisik pemain yang sebenarnya, sehingga menjadi sumber data tambahan yang krusial bagi perangkat pertandingan.
Inovasi ini sebelumnya telah melalui serangkaian uji coba sukses, termasuk pada ajang FIFA Intercontinental Cup 2025 di Qatar. Kehadiran avatar 3D ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akurasi teknis di lapangan, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif dan transparan bagi publik selama perhelatan Piala Dunia di Amerika Utara nanti.