Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin. Indeks saham acuan domestik tersebut berhasil melonjak signifikan sebesar 1,92 persen dan parkir di level 6.037,84, menandai kembalinya IHSG ke zona psikologis 6.000.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan indeks ditopang oleh apresiasi harga saham dari 392 emiten. Sementara itu, sebanyak 268 saham melemah dan 305 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas pasar terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun dan volume perdagangan sebanyak 25,07 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,68 juta kali.
Meskipun indeks mengalami penguatan yang cukup tajam, investor asing secara akumulatif mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp437,66 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual dari pemodal asing ini didominasi di pasar reguler sebesar Rp412,50 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai tercatat net sell sebesar Rp25,16 miliar.
Kendati demikian, para pelaku pasar luar negeri terpantau tetap aktif melakukan akumulasi beli pada beberapa saham tertentu. Data dari pasar modal menunjukkan setidaknya ada sepuluh emiten utama yang menjadi target koleksi (net foreign buy) investor asing di tengah momentum kembalinya IHSG ke level kepala enam tersebut.