Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal mengalami fase konsolidasi pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks saham domestik diperkirakan akan bermain pada rentang batas bawah (support) di level 5.950, titik pivot pada 6.000, serta batas atas (resistance) di level 6.125.
Sentimen ini mengemuka setelah IHSG pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup menguat tipis sebesar 0,03 persen ke posisi 6.039,52. Secara teknikal, pergerakan indeks menunjukkan indikator Stochastic RSI yang mulai memasuki area jenuh beli (overbought), meskipun pembentukan histogram positif pada indikator MACD terpantau masih berlanjut. Kondisi pasar inilah yang mendasari potensi terjadinya gerak mendatar atau konsolidasi.
Di tengah dinamika pasar tersebut, investor disarankan untuk menyaring peluang dari sejumlah saham potensial. Salah satu emiten yang direkomendasikan oleh analis untuk dicermati lebih lanjut adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), di samping empat saham pilihan lainnya.
Selain faktor teknikal pasar modal, pergerakan indeks hari ini juga dibayangi oleh proyeksi ekonomi makro nasional. Lembaga pemeringkat internasional S&P memprediksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia akan berada di level 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Sementara itu, rasio utang pemerintah terhadap PDB diperkirakan berfluktuasi di kisaran 40,6 persen pada 2026 dan naik tipis menjadi 40,7 persen pada 2027.
Sebagai langkah antisipasi guna menjaga defisit fiskal tetap di bawah ambang batas aman 3 persen, pemerintah diperkirakan akan melakukan penyesuaian anggaran. Salah satunya lewat pemangkasan alokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp100 triliun dari rencana awal Rp300 triliun. Langkah efisiensi dan pengetatan pengawasan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas APBN, terutama di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini.