Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan Yaman telah meluncurkan operasi militer skala besar yang menargetkan posisi dan pangkalan militer koalisi Arab Saudi di wilayah timur Yaman. Serangan preemptif ini dilaporkan menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) canggih guna mengantisipasi pergerakan pasukan lawan secara cepat.
Menurut keterangan resmi, operasi taktis ini dilancarkan setelah intelijen Yaman mendeteksi adanya konsentrasi besar pasukan yang berafiliasi dengan militer Arab Saudi. Penumpukan kekuatan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di provinsi-provinsi yang disengketakan. Wilayah yang menjadi sasaran utama serangan meliputi Al-Ruwaiq, Al-Abr, Al-Thaniyah, serta pangkalan pertahanan milik Brigade Darurat Pertama dan Ketiga.
Pihak militer Yaman mengklaim serangan tersebut berhasil melumpuhkan infrastruktur pertahanan lawan secara signifikan. Selain merusak sejumlah besar peralatan tempur dan membakar gudang penyimpanan senjata di wilayah Al-Wadi'ah, operasi udara ini juga dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di pihak koalisi Saudi yang jumlahnya diklaim mencapai ratusan personel.
Lebih lanjut, Yahya Saree memperingatkan sekutu Arab Saudi agar tidak melakukan tindakan agresif yang dapat memperburuk situasi keamanan regional. Ia menegaskan bahwa militer Yaman kini berada dalam status siaga penuh dan siap merespons setiap potensi ancaman demi melindungi kedaulatan wilayahnya. Pihak Yaman menyatakan akan tetap mempertahankan doktrin pertahanan taktis mereka hingga blokade wilayah terhadap Yaman dicabut sepenuhnya.