Pemerintah Indonesia tengah mempercepat langkah ratifikasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA). Langkah strategis ini diyakini akan menjadi katalis utama dalam memperkuat kinerja perdagangan bilateral, menjaga ketahanan rantai pasok, serta membuka keran investasi asing yang lebih besar di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan optimisme tersebut selepas memimpin pertemuan bilateral dengan Delegasi dan para Duta Besar negara anggota Uni Eropa di Jakarta. Airlangga memproyeksikan implementasi kesepakatan dagang ini dapat berjalan mulai awal tahun depan guna mengantisipasi berakhirnya fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia pada akhir tahun ini.

Bila berjalan sesuai rencana, Indonesia akan memperoleh keuntungan besar berupa penghapusan tarif langsung sebesar 0 persen untuk 90,4 persen pos tarif ekspor. Sementara itu, sekitar 8,37 persen pos tarif lainnya akan dikurangi secara bertahap. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak pengapalan komoditas unggulan nasional seperti kelapa sawit, kopi, produk perikanan, furnitur, alas kaki, hingga sektor telekomunikasi ke pasar Eropa.

Proses finalisasi dokumen berbahasa Inggris kini tengah diselesaikan demi mengejar target penandatanganan pada Oktober mendatang. Untuk mempercepat proses administrasi di dalam negeri, pemerintah berencana menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) setelah berkoordinasi dengan DPR RI. Setelah ditandatangani, kesepakatan ini akan langsung diserahkan kepada Parlemen Uni Eropa untuk diratifikasi secara resmi.

Selain perluasan pasar komoditas, kesepakatan ini ditargetkan mampu menarik investasi Uni Eropa pada industri bernilai tambah tinggi di tanah air. Sektor-sektor prioritas yang dibidik meliputi manufaktur canggih, energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik (EV), teknologi digital, serta industri farmasi guna mempercepat transfer teknologi domestik.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyambut positif komitmen cepat dari Jakarta. Pihaknya menegaskan bahwa ratifikasi IEU CEPA akan memicu gelombang ketertarikan baru dari korporasi Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Guna memuluskan transisi ini, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Uni Eropa juga mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Bersama (Joint Task Force) di tingkat teknis dan bilateral.