Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperketat pengawasan dan perlindungan kesehatan bagi personel Manggala Agni yang tengah berjuang mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Setelah hampir tiga pekan berjibaku di lapangan, para petugas kini mendapatkan pemeriksaan medis berkala, asupan nutrisi tambahan, serta penyediaan oksigen portabel di Markas Daops Manggala Agni Pontianak, Kecamatan Rasau Jaya.

Sebanyak 65 personel Daops Pontianak diperkuat oleh 15 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi. Tim gabungan ini bahu-membahu bersama unsur TNI, Polri, BNPB, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meredam titik-titik api yang mengancam kawasan hutan dan lahan setempat.

Dalam pelaksanaannya, tim medis dari Klinik Pratama Manggala Wanabakti Kemenhut diterjunkan langsung untuk memeriksa kondisi fisik petugas, termasuk tekanan darah dan sistem pernapasan. Langkah ini krusial untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap ekstrem sebelum mereka kembali ke area pemadaman.

Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kemenhut, Suharyono, menegaskan bahwa perlindungan kesehatan merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan operasi penanganan karhutla. Menurutnya, pemadaman yang memakan waktu lama menuntut fisik prima di tengah ancaman suhu panas, asap pekat, dan kelelahan fisik.

Pemeriksaan kesehatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan keselamatan petugas sebagai prioritas utama. Kepala Daops Manggala Agni Pontianak, Taufik, menambahkan bahwa rotasi dan penjagaan stamina kru harus diatur dengan cermat karena tugas di lapangan tidak berhenti pada pemadaman, melainkan berlanjut hingga proses pendinginan bara api.