Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menyelenggarakan Kajian Tauhid Muslimah di Masjid Baitul Hamdi (MBH) pada Jumat (31/7/2026). Pertemuan rutin kali ini secara khusus menyoroti bagaimana perempuan Muslim menavigasi tantangan era digital dengan tetap menjaga integritas moral dan spiritual mereka.

Menghadirkan akademisi Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Lina Herlina, S.Hum., M.Pd., kajian ini mengusung tema pentingnya kepemimpinan diri serta pemanfaatan teknologi secara bijak. Menurut Lina, esensi kepemimpinan sejati sejatinya dimulai dari kemampuan mengendalikan diri sendiri sejak usia muda, yang menjadi fondasi krusial bagi Muslimah dalam menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks.

Di tengah masifnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Lina mengingatkan jamaah agar tidak menelan mentah-mentah informasi digital. Ia menyoroti fenomena maraknya konten keagamaan yang dihasilkan AI, yang keakuratannya belum tentu selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan hadis.

Sikap kritis berupa verifikasi informasi sangat diperlukan agar masyarakat tidak mudah teperdaya oleh konten keagamaan buatan kecerdasan buatan yang belum terverifikasi keilmuannya. Selain itu, Lina juga mengimbau agar platform digital dan media sosial dimanfaatkan secara positif sebagai sarana syiar dan penyebaran kebaikan, bukan untuk pamer atau merendahkan sesama.

Lebih lanjut, ia menjabarkan empat pilar karakter utama yang wajib dipegang teguh oleh seorang Muslimah, yaitu amanah, jujur, disiplin, dan bijaksana dalam bermedia sosial. Lina menekankan bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat bantu sekunder, sehingga kapasitas berpikir orisinal serta kemandirian belajar tidak boleh tergilas oleh ketergantungan pada teknologi.