Pemerintah Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, mengambil langkah sigap dengan menggelar fogging atau pengasapan secara massal pada Sabtu (27/6/2026). Tindakan tersebut merupakan respons cepat terhadap lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjangkiti enam warga desa dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Kepala Desa Pulau Rengas, Dasrial, mengungkapkan bahwa pengasapan dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh wilayah desa guna memutus rantai penularan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Ia menyampaikan bahwa dari enam penderita yang tercatat, dua di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga saat ini.

"Saat ini, dari enam warga yang terjangkit, masih ada dua orang yang menjalani perawatan di rumah sakit," ungkap Dasrial.

Selain mengandalkan fogging sebagai upaya penanggulangan jangka pendek, pihak pemerintah desa turut menggalakkan himbauan kepada seluruh warga agar proaktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Masyarakat diminta untuk secara rutin membersihkan area-area yang rawan menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk, khususnya genangan air pada sampah, wadah bekas, serta benda-benda yang berpotensi menampung air hujan.

Pemerintah desa juga mendorong penerapan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat nyamuk bertelur dan berkembang biak.

Melalui kombinasi antara tindakan fogging massal dan peningkatan kesadaran kolektif masyarakat dalam memelihara kebersihan lingkungan, pemerintah Desa Pulau Rengas optimistis penyebaran DBD di wilayahnya dapat segera ditekan dan dikendalikan sebelum memakan korban lebih banyak.