PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) memastikan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti dari posisi direktur tidak akan memengaruhi roda operasional maupun arah strategis perseroan. Manajemen menegaskan seluruh tata kelola, rencana bisnis jangka panjang, serta alokasi dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) tetap berjalan sesuai dengan komitmen awal.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah mundur yang diambil oleh Grandy murni didasari oleh alasan pribadi. Manajemen RANS menegaskan tidak ada konflik internal atau perselisihan yang melatarbelakangi keputusan tersebut, baik dengan jajaran direksi, dewan komisaris, maupun para pemegang saham.
Untuk saat ini, emiten hiburan tersebut belum berencana menunjuk direktur pengganti dalam waktu dekat. Seluruh tugas dan wewenang yang sebelumnya diemban Grandy akan didistribusikan kepada anggota direksi yang ada guna menjaga kesinambungan kinerja dan pencapaian target perusahaan.
Selain melepas jabatannya di induk usaha RANS, Grandy juga dipastikan tidak lagi menjabat sebagai direktur di beberapa anak perusahaan dan afiliasi, termasuk PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina). Menurut sumber internal yang dekat dengan otoritas bursa, rencana pengunduran diri Grandy sebenarnya sudah mencuat sejak menjelang IPO, namun terpaksa ditunda demi mematuhi regulasi BEI yang membatasi perubahan struktur pengurus sesaat sebelum melantai di bursa.