Mantan Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, melontarkan gagasan besar agar Indonesia mulai merambah industri antariksa global. Ia mengusulkan pembangunan fasilitas teknologi peluncuran dan pendaratan roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket) dengan menunjuk Biak, Papua, sebagai lokasi strategis peluncurannya.
Menurut Gita, wilayah Biak memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis karena terletak sangat dekat dengan garis khatulistiwa. Posisi ini dinilai jauh lebih menguntungkan untuk peluncuran satelit dibandingkan dengan lokasi peluncuran ternama dunia lainnya, seperti Cape Canaveral di Amerika Serikat maupun Baikonur di Kazakhstan.
Gagasan ini disampaikan Gita saat menjadi pembicara dalam sebuah gelar wicara di kanal YouTube Helmy Yahya. Ia mengungkapkan telah melakukan diskusi informal dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor antariksa tanah air untuk mendorong kolaborasi pengembangan teknologi canggih tersebut.
Kendati demikian, Gita mengingatkan bahwa ambisi besar ini menuntut kesiapan akademis dan infrastruktur fundamental di dalam negeri, khususnya di sektor energi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pasalnya, ekosistem teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, dan robotika membutuhkan pasokan listrik yang stabil serta talenta ahli yang melimpah.
Melalui lompatan strategis ke industri antariksa ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar konsumsi teknologi, melainkan mampu langsung memposisikan diri di rantai nilai teratas teknologi global.