Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap kesehatan mental para atlet, khususnya atlet laki-laki yang sering kali kesulitan mengungkapkan tekanan psikologis yang mereka hadapi selama masa pembinaan. Langkah ini diambil untuk memastikan kesejahteraan emosional atlet tetap terjaga demi mendukung capaian prestasi yang optimal.
Ketua Umum KONI Jatim, M. Nabil, mengungkapkan bahwa kebiasaan memendam masalah masih menjadi fenomena umum di kalangan anak laki-laki, termasuk atlet. Menurutnya, keterbatasan ruang aman untuk berbagi keluh kesah dapat menghambat potensi olahraga mereka, mengingat interaksi harian mereka didominasi oleh pelatih di lapangan.
Sebagai solusi konkret, KONI Jatim bersiap menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan mendeklarasikan gerakan komunikasi sehat pada Selasa (11/8/2026) mendatang. Inisiatif ini berkolaborasi dengan DPC Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Surabaya serta RSD Prof. dr. Moeljono, dengan tujuan menciptakan ekosistem olahraga yang ramah psikologis.
Nabil menekankan bahwa tekanan dalam dunia olahraga tidak melulu berupa kekerasan fisik, melainkan juga intimidasi mental atau tekanan psikologis. Ekspektasi tinggi untuk meraih medali emas, tuntutan dari pelatih dan keluarga, serta ambisi pribadi sering kali menjelma menjadi beban mental yang berat bagi atlet pemula maupun profesional.
Ketua DPC FPPI Surabaya, Nenny W. Gunarso, turut mendukung penuh kampanye bertajuk "Ayah Bunda, Anak Laki-Lakimu Butuh Kamu". Ia menyoroti pentingnya mengubah stigma masyarakat yang melarang anak laki-laki mengeluh, karena menahan emosi secara terus-menerus justru berdampak buruk bagi perkembangan kejiwaan mereka.
Melalui sinergi ini, KONI Jatim berharap gerakan tersebut dapat diadopsi di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kampanye kesehatan mental ini juga diproyeksikan menjadi pilar penting dalam mempersiapkan mental para atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.