Universitas Andalas (UNAND) secara resmi memulai kolaborasi strategis tingkat internasional dengan merangkul akademisi diaspora Indonesia dari National University of Singapore (NUS), Prof. Andrivo Rusydi. Kemitraan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Program Diaspora Berdampak, guna menciptakan inovasi di sektor kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Proyek penelitian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Ilhamdi Rusydi dari Fakultas Teknik UNAND ini memfokuskan pengembangan pada material cerdas (smart materials) dan sistem cerdas yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Sumatra. Melalui kerja sama ini, UNAND berupaya menghadirkan solusi teknologi medis mutakhir yang ramah kantong dan mudah diakses oleh publik secara inklusif.

Wakil Rektor IV UNAND, Prof. Henmaidi, dalam pembukaan program di Ruang Sidang Senat UNAND, Padang, mengutarakan harapannya agar inisiatif ini mampu mendongkrak reputasi akademik universitas di kancah global. Ia menegaskan pentingnya riset yang memberikan dampak nyata serta penguatan publikasi ilmiah internasional bagi institusi.

Sebelum acara peresmian berlangsung, tim peneliti bersama Prof. Andrivo telah memulai persiapan teknis, mulai dari inspeksi laboratorium hingga penyusunan peta jalan (roadmap) penelitian jangka panjang. Langkah awal ini dirancang agar program kerja sama tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, melainkan berkelanjutan demi memperkuat rekognisi global UNAND.

Agenda riset yang berlangsung selama 14 hari ini juga merangkul akademisi dari Universitas Bung Hatta dan Universitas Mercubaktijaya. Selain diskusi kelompok terarah (FGD), program ini juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu meningkatkan kualitas penulisan proposal riset dan publikasi jurnal internasional bereputasi tinggi.