Gelaran Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival 2026 terus menunjukkan tren positif. Pada hari kedua pelaksanaan, forum bisnis yang mempertemukan para pelaku usaha lokal dengan pembeli domestik dan internasional berhasil memicu ketertarikan nyata terhadap produk unggulan serta destinasi wisata Kebumen.
Ketua Panitia KTM 2026, M. Wahid Supriyadi, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas lokal, salah satunya ubi ungu, menarik minat serius dari pembeli asal China, Malaysia, dan Nigeria. Komoditas ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi karena potensinya diolah menjadi sajian kuliner sehat kelas atas di berbagai restoran dan kafe internasional.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia ini menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung pilar "Trade, Tourism, and Investment" (Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi). Melalui konsep integratif tersebut, keunikan budaya dan sejarah lokal dijadikan daya tawar utama untuk menarik arus investasi asing ke Kabupaten Kebumen.
Selain transaksi bisnis, hari kedua festival juga diisi dengan kegiatan Heritage Walking Tour. Dipandu oleh para ahli sejarah dan geologi, para delegasi diajak menelusuri jejak historis Gombong, mulai dari Benteng Van Der Wijck yang kaya akan sejarah militer kolonial, hingga kompleks pemakaman Kerkhof di Desa Semanding.
Para peserta juga berkesempatan mengunjungi pabrik rokok klembak menyan legendaris "Sintren" yang telah bertahan sejak era 1950-an, serta Roemah Martha Tilaar yang bersejarah. Program ini diharapkan dapat membangun ekosistem promosi yang berkelanjutan bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.