PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah (UUS) miliknya memilih untuk tidak tergesa-gesa dalam merealisasikan pemisahan unit usaha atau spin-off. Meskipun mencatatkan kinerja positif, perseroan saat ini lebih memilih untuk memprioritaskan ekspansi bisnis serta memperkuat basis aset yang kini telah menembus kisaran Rp20 triliun.

Syariah Funding Business Head Danamon, Merci Santi Adriani, menjelaskan bahwa rencana pemisahan tersebut akan disesuaikan dengan peta jalan (roadmap) serta dinamika perkembangan pasar. Fokus utama internal korporasi saat ini diarahkan sepenuhnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Hingga semester pertama tahun 2026, Danamon Syariah menunjukkan tren performa yang solid dengan peningkatan yang merata pada sektor aset, penyaluran pembiayaan, hingga perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). Tren pengumpulan DPK bahkan konsisten mencatatkan pertumbuhan dua digit selama tiga tahun terakhir.

Guna menjaga momentum pertumbuhan ini, Danamon Syariah aktif memperluas ekosistem kemitraan, khususnya pada sektor haji, umrah, dan organisasi kemasyarakatan Islam. Salah satu langkah strategisnya adalah menyediakan layanan inovatif seperti tabungan multivaluta berbasis syariah dengan mata uang riyal Arab Saudi untuk mempermudah transaksi para jemaah.