Partai puncak Piala Presiden 2026 yang mempertemukan dua klub raksasa tanah air, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, dipastikan berlangsung dalam atmosfer yang sunyi. Duel sengit perebutan trofi juara ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8/2026) malam tanpa kehadiran penonton maupun suporter kedua belah pihak di tribun.

Kebijakan untuk menggelar pertandingan secara tertutup ini diambil setelah panitia penyelenggara melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan pasca-pemindahan lokasi laga semifinal dan final ke Pulau Dewata. Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil keputusan bersama demi kelancaran dan kondusivitas turnamen.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan laga berjalan kondusif, aparat keamanan menyiagakan sebanyak 1.984 personel gabungan di area dalam serta ring luar stadion. Kekuatan pengamanan ini terdiri dari 1.742 anggota Polri, 48 personel TNI, 42 petugas dari pemerintah daerah setempat, serta didukung oleh 152 steward yang melibatkan pecalang adat Bali.

Persib Bandung melangkah ke final dengan catatan impresif setelah menumbangkan rival klasik mereka, Persija Jakarta, dengan skor tipis 2-1 pada laga semifinal. Kemenangan tersebut sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan Maung Bandung sepanjang turnamen pramusim ini. Klub kebanggaan Jawa Barat ini kini membidik gelar Piala Presiden kedua mereka, setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi pada edisi perdana tahun 2015 silam.

Di kubu lawan, Persebaya Surabaya berhak menantang Persib di laga pamungkas setelah menyisihkan Arema FC lewat kemenangan tipis 1-0. Gol penentu dari Yuran Fernandes menjadi pembeda dalam laga tersebut. Di bawah arahan taktis Bernardo Tavares, tim berjuluk Bajul Ijo ini bertekad tampil habis-habisan demi mencetak sejarah dengan meraih trofi Piala Presiden untuk pertama kalinya.