Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menyatakan bahwa gol krusial Jude Bellingham dalam babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia tetap sah. Keputusan ini diambil setelah munculnya protes keras dari kubu Norwegia yang menduga arah bola berubah secara tidak wajar akibat menyentuh kabel kamera di Stadion Hard Rock, Miami Gardens, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Guna meredam spekulasi, FIFA mengerahkan data presisi dari sistem Connected Ball Technology yang tertanam di dalam bola resmi pertandingan. Sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang terpasang mampu merekam data pergerakan hingga 500 kali per detik. Berdasarkan analisis teknis tersebut, tidak ditemukan anomali atau fluktuasi mendadak pada lintasan bola yang mengindikasikan adanya benturan eksternal dengan kabel di atas lapangan.
Pihak federasi menegaskan bahwa bukti objektif yang dihasilkan oleh teknologi sensor memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan persepsi visual pemain di lapangan. Meski sempat terjadi protes sengit dari penyerang Erling Haaland beserta pelatih Stale Solbakken, keputusan wasit yang didukung oleh VAR dan data sensor tetap dipertahankan. Gol Bellingham yang menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1 tersebut menjadi momentum krusial sebelum Inggris akhirnya menutup laga dengan kemenangan 2-1 dan memastikan tiket menuju babak semifinal.
Penggunaan teknologi mutakhir dalam Piala Dunia 2026 ini kembali menunjukkan perannya sebagai instrumen penegak keadilan dalam dunia sepak bola profesional. Dengan konsistensi data yang dihasilkan, FIFA berharap teknologi ini dapat meminimalisir perdebatan subjektif dan memastikan setiap keputusan di lapangan berpijak pada fakta empiris yang akurat.