Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menunjuk Ismail Elfath sebagai pengadil lapangan utama untuk laga pamungkas Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Inggris. Wasit berusia 44 tahun asal Amerika Serikat kelahiran Maroko tersebut akan mengawal jalannya laga final didampingi oleh dua asisten wasit, Cory Parker dan Kyle Atkins. Keputusan ini menuai sorotan tajam seiring mencuatnya berbagai spekulasi mengenai netralitas sang pengadil di sepanjang turnamen.

Elfath, yang merupakan lulusan University of Texas at Austin dan telah menyandang lisensi wasit FIFA sejak 2016, dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang cenderung membiarkan laga berjalan mengalir. Pertandingan final mendatang akan menjadi laga kelima yang dipimpinnya di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya sukses mengawal pertandingan besar seperti Belanda melawan Jepang, Spanyol versus Uruguay, Norwegia versus Brasil, serta laga sengit antara Inggris dan Argentina.

Kendati memiliki rekam jejak yang panjang, penunjukan Elfath tidak lepas dari kontroversi. Media asal Inggris, Daily Mail, menyoroti kedekatan tidak langsung antara Elfath dengan kapten Argentina, Lionel Messi. Elfath tercatat menjadi ofisial keempat saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Di level klub, Inter Miami selalu memenangkan empat laga domestik yang dipimpin oleh Elfath sejak kedatangan megabintang Argentina tersebut ke Amerika Serikat.

Tuduhan keberpihakan semakin memanas menyusul rentetan keputusan kontroversial di fase gugur. Dalam laga babak 16 besar, kubu Mesir melayangkan protes keras setelah gol mereka dianulir lewat Video Assistant Referee (VAR) dan klaim penalti Mohamed Salah diabaikan. Selain itu, kubu Swiss juga mengecam kartu merah yang diterima penyerang mereka, Breel Embolo, dalam laga perempat final melawan Argentina. Kritik juga datang dari media Spanyol yang menilai Elfath kurang tegas saat memimpin laga kontra Uruguay.

Menanggapi badai kritik dan isu manipulasi turnamen yang berkembang di media sosial, Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, langsung pasang badan. Collina menegaskan bahwa seluruh tudingan miring tersebut sama sekali tidak berdasar. Ia menjamin bahwa korps baju hitam yang bertugas di bawah naungan FIFA memiliki integritas mutlak dan tidak dapat dipengaruhi oleh tekanan dari pihak luar mana pun, termasuk oleh Presiden FIFA sendiri.