Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui sinergi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga (Disparbudpora) bersama Pemerintah Desa Sendang sukses menggelar Festival Lomba Dayung Rekreasi (FLDR) 2026. Berlokasi di kawasan wisata Sungai Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, ajang tahunan yang diikuti oleh 41 tim ini tidak hanya menjadi magnet hiburan, melainkan juga batu loncatan untuk menjaring atlet dayung potensial daerah.

Dikelola secara teknis oleh BUMDesa Subur Makmur Sendang, kompetisi ini memadukan unsur olahraga, pariwisata, serta seni budaya lokal. Perlombaan dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni Daya Tarik Wisata (DTW) dan Instansi. Untuk kategori DTW, tim Kali Cokel sukses menyabet podium pertama, disusul Pasmar 2 di posisi kedua, dan Ngiroboyo di tempat ketiga. Sementara pada kategori Instansi, Disparbudpora Pacitan keluar sebagai juara pertama, diikuti Pemerintah Desa Sawahan dan Mentari Hill.

Kemeriahan festival dimulai dengan pertunjukan Tari Ganong bertajuk "Ngiroboyo Berbudaya" yang dibawakan oleh pelajar SMPN 2 Donorojo sebagai wujud pelestarian seni tradisional setempat. Acara kemudian resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Joko Putro Utomo. Menariknya, Joko merupakan salah satu pionir yang menginisiasi lomba dayung perdana di kawasan ini pada tahun 2012 silam.

Evolusi FLDR selama 14 tahun terakhir memperlihatkan peningkatan skala dan keberagaman peserta. Kehadiran tim Pasmar 2 yang memukau penonton lewat atraksi stand up paddle (SUP) menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, keterlibatan institusi edukasi dan sejarah seperti Museum dan Galeri SBY-ANI serta Museum Song Terus mempertegas posisi festival ini sebagai ruang kolaborasi antara pariwisata, olahraga, dan edukasi budaya.

Kepala Disparbudpora Pacitan, Muniirul Ichwan, mengapresiasi tinggi konsistensi pelaksanaan festival ini. Menurutnya, konsep sport tourism atau wisata olahraga seperti FLDR memiliki nilai strategis yang tinggi untuk mempromosikan keindahan alam Pacitan secara langsung kepada masyarakat luas dan para pelancong yang hadir.

Di sisi lain, Direktur BUMDesa Subur Makmur Sendang, Wildan Nur Swi Harmoko, menaruh harapan besar agar FLDR bertransformasi dari sekadar ajang rekreasi tahunan menjadi wadah pembinaan prestasi. Target jangka panjangnya adalah melahirkan bibit-bibit atlet dayung tangguh yang siap berlaga di tingkat regional hingga internasional. Namun, ia mengakui tantangan ke depan memerlukan tata kelola kompetisi yang matang serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.