Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melayangkan peringatan keras kepada para lurah yang dinilai tidak serius menjalankan tugas pelayanan publik. Sikap tegas ini diambil menyusul adanya laporan mengenai oknum lurah yang lebih sering menghabiskan waktu di warung kopi atau mengurus bisnis pribadi daripada bersiap di kantor pelayanan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini tengah menyusun sistem pengawasan kinerja yang lebih ketat dan objektif. Munafri menginstruksikan para camat untuk memberikan penilaian kinerja secara jujur dan profesional tanpa dipengaruhi oleh sentimen pribadi. Ia menegaskan tidak akan ragu mencopot jabatan lurah yang terbukti malas dan tidak produktif.
Selain penegakan kedisiplinan kantor, wali kota yang akrab disapa Appi ini juga mewajibkan seluruh lurah untuk lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Mereka diminta untuk memantau kebersihan lingkungan, mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah mandiri, serta aktif menyosialisasikan program digital pemerintah daerah seperti Creative Hub dan aplikasi Lontara Plus.
Langkah evaluasi menyeluruh ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pelayanan kelurahan secara optimal. Pemkot Makassar berkomitmen memastikan seluruh aparat kewilayahan bekerja secara transparan dan menunjukkan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.