Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menantang mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor kedaulatan teknologi nasional. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat kemandirian bangsa di tengah arus inovasi global yang kian kompetitif.

Saat memberikan pembekalan di GOR Pertamina ITS, Emil menekankan bahwa bangku perkuliahan bukan sekadar sarana mengejar nilai akademik semata. Baginya, fase ini merupakan gerbang awal pengabdian nyata untuk merancang masa depan Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia menegaskan bahwa para mahasiswa baru mengemban tanggung jawab besar sebagai calon pencipta teknologi, bukan sekadar konsumen produk asing. Kreativitas dan pemikiran kritis sangat dibutuhkan untuk melahirkan solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.

ITS sendiri dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam menghasilkan inovasi di berbagai sektor strategis, mulai dari teknologi maritim, energi terbarukan, transportasi, hingga kecerdasan buatan (AI). Emil berharap tradisi riset tersebut terus dirawat dan dikembangkan oleh generasi baru kampus pahlawan ini.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa esensi dari kedaulatan teknologi terletak pada hilirisasi hasil riset dan kolaborasi erat antarsektor. Ia juga mengingatkan agar penguasaan teknologi mutakhir tetap diimbangi dengan integritas moral, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap kemanusiaan agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.