Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan bersinergi dengan Yayasan Mahargijono Schützenberger Indonesia melalui gerakan Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) untuk meluncurkan pusat layanan dukungan kesehatan mental di Kota Makassar. Langkah kolaboratif ini ditandai dengan peresmian fasilitas konseling gratis bertajuk "Pojok Curhat" yang berlokasi di Klinik Teratai Satbrimob Polda Sulsel.
Tak hanya berfokus pada layanan konsultasi, inisiatif ini juga mengintegrasikan program psiko-edukasi anti-perundungan (anti-bullying) di lingkungan sekolah. Dalam pelaksanaannya, sejumlah pelajar dari tingkat SD hingga SMA dikukuhkan sebagai "Peer Buddy" yang bertugas menjadi Duta Anti-Bullying. Selain itu, dibentuk pula program "Peer Brimob" yang melatih personel kepolisian untuk memberikan pendampingan konseling dasar serta pemulihan trauma (trauma healing) bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Kehadiran layanan ini menjadi krusial mengingat tantangan sosial yang dihadapi Kota Makassar sebagai pusat metropolitan di Indonesia Timur. Berdasarkan data dari RSKD Dadi Sulawesi Selatan, tercatat lebih dari 13.292 pasien yang mengalami gangguan jiwa. Kondisi ini diperparah oleh tren peningkatan kasus kekerasan dan perundungan yang dilaporkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, yang melonjak signifikan dari 520 kasus pada tahun 2024 menjadi 1.222 kasus pada tahun 2025.
Fenomena kerentanan kesehatan mental ini juga tercermin dalam skala nasional. Data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2012–2023 menunjukkan adanya 2.112 kasus bunuh diri di Indonesia, dengan hampir separuhnya—yaitu 985 kasus—melibatkan kelompok usia remaja. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan akses terhadap bantuan psikologis dapat lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat umum guna menekan fatalitas akibat depresi dan perundungan.