Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi dilaporkan melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Fenomena ini memicu antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang berdampak langsung pada terhambatnya arus distribusi logistik serta operasional angkutan umum antarkota antarprovinsi (AKAP).
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi untuk menjaga efisiensi operasional. Antrean panjang yang terjadi tidak hanya menimbulkan kemacetan di sekitar area SPBU, namun juga berpotensi menyebabkan ketidakpastian jadwal keberangkatan serta kenaikan biaya operasional di lapangan.
Hingga saat ini, para pengguna moda transportasi darat berharap adanya langkah mitigasi dari pihak terkait guna menormalkan kembali distribusi solar. Stabilitas pasokan BBM di sektor transportasi sangat krusial agar rantai pasok kebutuhan pokok tetap berjalan lancar dan tidak membebani perekonomian masyarakat di Sumatera.