PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau Mitratel, terus memperkuat posisinya di industri infrastruktur telekomunikasi. Langkah perseroan memperluas jaringan serat optik (fiber optik) kini menjadi motor pertumbuhan baru yang mendampingi bisnis utama penyewaan menara seluler, di tengah tantangan makroekonomi global dan dinamika permintaan dari operator seluler.

Laporan keuangan kuartal I-2026 menunjukkan performa positif Mitratel dengan perolehan laba bersih sebesar Rp545 miliar, meningkat 3,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh penurunan beban keuangan hingga 19,4 persen secara tahunan, yang turut menjaga margin laba bersih perseroan tetap solid di angka 23,8 persen.

Kontribusi segmen serat optik tercatat melonjak 8,5 persen secara tahunan menjadi Rp152 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Dengan tambahan jaringan baru sepanjang 1.080 kilometer, total infrastruktur serat optik MTEL kini mencapai 58.279 kilometer, di mana 54 persen di antaranya tersebar strategis di luar Pulau Jawa untuk mendukung pemerataan konektivitas digital nasional.

Di sisi lain, bisnis penyewaan menara tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar senilai Rp1,85 triliun dari total 40.327 unit menara yang dikelola. Sektor pendukung menara juga tumbuh 12,9 persen menjadi Rp166 miliar, sementara pendapatan dari segmen reseller menara stabil pada angka Rp128 miiliar. Telkomsel masih mendominasi sebagai penyewa terbesar dengan kontribusi Rp1,23 triliun, disusul XL Axiata sebesar Rp324 miliar, sedangkan pendapatan dari Indosat Ooredoo Hutchison tercatat Rp475 miliar.

Para analis menilai alokasi belanja modal senilai Rp2 triliun yang dikucurkan MTEL tahun ini sangat efisien untuk mempercepat densifikasi jaringan 4G, peluncuran awal 5G, serta pengembangan Fixed Wireless Access (FWA). Langkah ekspansif ini diproyeksikan mampu mendatangkan lebih dari 2.500 penyewa baru dan menjaga rasio penyewaan (tenancy ratio) tetap kokoh di kisaran 1,57 kali.

Untuk keseluruhan tahun 2026, Mitratel diproyeksikan meraup pendapatan Rp9,77 triliun dengan laba bersih Rp2,16 triliun. Atas fundamental yang kuat tersebut, NH Korindo Sekuritas, Kiwoom Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas merekomendasikan 'Beli' saham MTEL dengan target harga masing-masing Rp670, Rp705, dan Rp760 per lembar saham. Sementara itu, OCBC Sekuritas menyarankan sikap 'Hold' sembari memantau pergerakan suku bunga serta tren teknologi ke depan.