Sektor pariwisata dan bisnis pertemuan (MICE) di Yogyakarta yang terus menggeliat mendorong PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) untuk memperkuat ekspansinya. Emiten pengembang properti ini secara resmi meluncurkan hotel bintang lima terbarunya, The Royal Alana Yogyakarta, sekaligus memulai pembangunan ballroom baru di INNSiDE by Meliá Yogyakarta. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengamankan ceruk pasar akomodasi dan MICE yang kian prospektif di Kota Pelajar.
Ekspansi ganda tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pendapatan berulang (recurring income) perseroan secara berkelanjutan. Dengan menambah fasilitas akomodasi premium dan ruang pertemuan berkapasitas besar, SWID optimistis mampu menjawab tingginya permintaan pasar korporasi maupun pariwisata yang membutuhkan ruang representatif untuk agenda berskala nasional dan internasional.
Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, menjelaskan bahwa Yogyakarta tetap memegang peranan krusial sebagai destinasi utama MICE di Indonesia setelah Bali. Pertumbuhan sektor hospitality di wilayah ini diyakini akan terus menunjukkan tren positif, sehingga ekspansi kapasitas layanan menjadi langkah penting agar perseroan tetap kompetitif.
Saat ini, The Alana Yogyakarta yang telah beroperasi mampu menampung hingga 3.000 peserta MICE dengan dukungan 264 kamar. Kehadiran The Royal Alana Yogyakarta yang menawarkan 219 kamar baru diproyeksikan mampu mengatasi keterbatasan akomodasi selama ini. Sinergi operasional antara kedua hotel premium tersebut ditargetkan dapat mengerek pendapatan gabungan hingga 50 persen dari angka saat ini.
Di sisi lain, pembangunan ballroom baru di INNSiDE by Meliá Yogyakarta dipersiapkan untuk menjangkau segmen acara berskala besar yang lebih luas. Melalui peningkatan fasilitas ini, manajemen berharap dapat mendongkrak tingkat okupansi kamar, tarif rata-rata harian (average rate), serta memperkuat nilai portofolio bisnis perhotelan SWID di masa mendatang.