Sleman, Yogyakarta – Perhelatan ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang berlangsung di kawasan Loman Park Hotel Yogyakarta hadir dengan nuansa berbeda lewat digelarnya aksi olahraga berbasis ekologi, SpoGomi, pada Minggu (6/9/2026). Puluhan peserta yang didominasi oleh kalangan pelajar tampak antusias mengikuti kompetisi unik asal Jepang tersebut, yang memadukan aktivitas fisik seperti lari santai dengan aksi memungut serta memilah sampah di sepanjang rute acara.

Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahmad Arsani, menyampaikan bahwa SpoGomi menjadi contoh konkret kolaborasi antara kegiatan keolahragaan dan gerakan peduli kebersihan. Agenda ini sekaligus menjadi pilar pendukung Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) bentukan Kemenpora, yang bertujuan mengajak publik untuk rutin berolahraga di ruang publik yang terjangkau.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, menilai pendekatan kompetitif SpoGomi sangat efektif sebagai sarana sosialisasi pengelolaan sampah. Para peserta diajarkan memilah limbah secara langsung berdasarkan kategorinya, mulai dari botol kaca, plastik, kertas dan kardus, hingga sampah organik yang berserakan di sepanjang rute perlombaan.

Manfaat edukatif dan sosial dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Tim dari SMA Negeri 2 Yogyakarta sukses menyabet gelar juara pertama setelah mengumpulkan belasan kilogram sampah botol kaca dan plastik. Sementara itu, peserta dari SMKN 1 Saptosari Gunungkidul, Abdullah Haki Ramadhani, mengaku gembira karena selain mendapatkan wawasan baru terkait pemilahan sampah, event ini juga menjadi ajang memperluas jaringan pertemanan antar-pelajar se-DIY.

Dari sisi industri pariwisata, General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono Suyatno Putro, mengapresiasi kepercayaan pemerintah dalam menunjuk kawasannya sebagai lokasi penyelenggaraan ASD 2026. Menurutnya, integrasi antara kegiatan olahraga internasional dan edukasi lingkungan hidup ini tidak hanya membangun kesadaran budaya sehat pada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata olahraga (sport tourism) yang mendorong dampak positif bagi perhotelan lokal.