Program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) menginisiasi langkah preventif untuk menjaga kesehatan penglihatan anak di era digital melalui program CERAH. Kegiatan yang diinisiasi oleh Nadia Nurfitri, mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Unhas, menyasar 87 siswa kelas V dari empat sekolah dasar di wilayah Otting, Bulucenrana, pada 20–23 Juli 2026.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas melonjaknya intensitas penggunaan gawai (gadget) pada anak usia sekolah. Tanpa batasan dan kebiasaan yang benar, durasi menatap layar yang berlebihan berisiko memicu gangguan refraksi hingga kelelahan mata kronis pada anak-anak.

Selama empat hari pelaksanaan, para siswa dari SD Negeri 2, 4, 6, dan 9 Otting dibekali pemahaman mengenai batas aman berinteraksi dengan perangkat digital. Salah satu fokus materi yang diajarkan adalah rumus kesehatan mata "20-20-20", yakni mengistirahatkan mata setiap 20 menit dengan memandang objek berjarak minimal 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Guna mengukur efektivitas edukasi, tim KKN-PK Unhas menerapkan metode evaluasi berupa pre-test dan post-test. Para siswa tidak hanya mendengarkan paparan teori lewat media interaktif CERAH, tetapi juga mempraktikkan langsung sikap duduk yang ergonomis, pengaturan jarak pandang layar yang ideal, serta latihan relaksasi mata.

Nadia Nurfitri menjelaskan bahwa program CERAH dirancang untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. "Kami berharap anak-anak tidak sekadar tahu teorinya, melainkan mampu membiasakan pola hidup sehat ini dalam keseharian mereka agar terhindar dari risiko gangguan penglihatan," harapnya. Respons positif pun datang dari pihak sekolah dan siswa, salah satunya Bilqis Ufaira dari SDN 2 Otting yang mengaku kini lebih paham cara menjaga mata saat bermain ponsel.

Hasil evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan pada mayoritas peserta setelah kegiatan. Melalui kolaborasi edukatif ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak teknologi tanpa mengorbankan kualitas kesehatan fisik mereka di masa depan.