Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah serius menggarap sektor wisata olahraga (sport tourism) sebagai salah satu program prioritas daerah. Penegasan ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka secara resmi Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI 2026 di Lapangan Tenis Hotel Borobudur pada Sabtu (1/8). Pramono menyatakan kesiapan ibu kota untuk mengambil alih penyelenggaraan ajang olahraga skala nasional maupun internasional jika daerah lain berhalangan.

Sebagai langkah konkret, pihak pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta untuk menginventarisasi dan merenovasi seluruh fasilitas olahraga yang memerlukan perbaikan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan terintegrasi, Jakarta diharapkan mampu bertransformasi menjadi poros utama kegiatan sport tourism di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Pelti DKI Jakarta, Hari Nugroho, menjelaskan bahwa Turnamen Tenis Piala Gubernur 2026 yang berlangsung dari 27 Juli hingga 2 Agustus ini diikuti oleh 322 petenis dari 23 provinsi. Kompetisi ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Turnamen Diakui Pelti (TDP) Nasional sebanyak 178 peserta dan kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 144 peserta, dengan memperebutkan total hadiah senilai Rp250 juta.

Ajang ini juga diproyeksikan sebagai wadah uji coba penting bagi para atlet sebelum berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. DKI Jakarta dinilai memiliki keunggulan kompetitif berupa aksesibilitas transportasi publik yang baik menuju berbagai arena olahraga, serta potensi alam seperti danau dan kawasan pantai yang dapat dioptimalkan untuk cabang olahraga air.