Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah berupaya memperluas jejaring kemitraan internasional guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah taktis ini diwujudkan melalui penjajakan kerja sama bilateral yang komprehensif dengan Pemerintah Republik Islam Iran, mencakup sektor investasi, perdagangan, pariwisata ramah muslim, hingga transfer teknologi modern.
Inisiasi kolaborasi tersebut dibahas secara mendalam dalam pertemuan resmi antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Kunjungan kehormatan ini menitikberatkan pada rencana pembentukan hubungan kemitraan daerah kembar, baik berupa hubungan provinsi kembar (sister province) maupun kota kembar (sister city) antara Kota Semarang dan Kota Yazd.
Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa Iran memiliki berbagai keunggulan teknologi yang sangat potensial untuk diadopsi di Jawa Tengah. Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah industri peternakan sapi perah. Teknologi yang diterapkan di Iran mampu menghasilkan produksi susu hingga 30 liter per ekor setiap hari, berbanding cukup jauh dengan produktivitas peternak lokal Jawa Tengah yang saat ini masih berkisar antara 10 hingga 15 liter per ekor.
Selain sektor peternakan, Jawa Tengah juga membidik pemanfaatan teknologi pesawat nirawak (drone) untuk modernisasi sektor pertanian, serta kolaborasi lanjutan di bidang medis dan pendidikan tinggi. Luthfi optimis transfer pengetahuan ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Kemitraan ekonomi antara Jawa Tengah dan Iran sejatinya telah memiliki fondasi yang kuat. Berdasarkan data kinerja perdagangan tahun 2025, nilai ekspor nonmigas dari Jawa Tengah ke Iran tercatat mencapai 7,43 juta dolar AS dengan neraca perdagangan yang menunjukkan tren surplus. Melalui perluasan kerja sama baru ini, diharapkan hubungan dagang dan investasi kedua pihak dapat terus meningkat di masa mendatang.