Wakil Bupati Sukabumi Andreas mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih serius memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan penting untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.

Pesan tersebut disampaikan Andreas saat menghadiri Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat terkait Transformasi Digital UMKM yang digelar Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di salah satu hotel berbintang di Kota Sukabumi, Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema inovasi, adaptasi, dan akselerasi digital itu menjadi ruang edukasi bagi pelaku usaha lokal untuk memahami peluang teknologi dalam pemasaran, pelayanan, hingga penguatan produktivitas bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, Andreas turut membagikan pengalamannya sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Sukabumi. Ia mengaku pernah berkecimpung di sektor properti, khususnya pengembangan perumahan, dan merasakan langsung besarnya dampak pemasaran digital terhadap penjualan.

Andreas menuturkan, pemanfaatan teknologi dalam promosi proyek perumahan pernah menghasilkan capaian signifikan. Sebanyak 400 unit rumah, kata dia, mampu terjual hanya dalam satu hari setelah strategi pemasaran dilakukan melalui kanal digital.

Pengalaman itu semakin menguatkan keyakinannya saat pandemi Covid-19 melanda. Ketika banyak kegiatan ekonomi terhambat akibat pembatasan mobilitas masyarakat, pemasaran berbasis digital justru membantu usaha tetap berjalan dan menjangkau calon konsumen tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Menurut Andreas, kemajuan teknologi membuka kesempatan luas bagi pelaku UMKM di Sukabumi untuk memperkenalkan produk tidak hanya kepada pasar lokal, tetapi juga ke wilayah yang lebih luas. Dengan pemanfaatan yang tepat, keterbatasan jarak dan waktu dapat diatasi.

Ia menilai UMKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi daerah maupun nasional. Karena itu, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kapasitas, termasuk dalam memahami cara menggunakan platform digital secara bijak, produktif, dan terukur.

“Manfaatkan forum ini untuk menambah ilmu dan wawasan. Gunakan teknologi secara bijak dan produktif, Insya Allah akan membawa perubahan yang positif bagi usaha yang dijalankan,” ujar Andreas.

Sementara itu, Dewan Pengawas Bakti Komdigi, Arfa Gunawan, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Ia menyebut kehadiran Bakti Komdigi bertujuan membantu masyarakat, termasuk pelaku UMKM, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Arfa menjelaskan, teknologi sebaiknya dipandang sebagai alat bantu untuk membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Meski demikian, teknologi tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kemampuan manusia dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Ia berharap program sosialisasi tersebut dapat mendorong UMKM semakin siap masuk ke ekosistem digital. Dengan begitu, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, serta tampil lebih produktif dan kompetitif.