Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bantaeng kini tengah bersiap memperkuat sektor pertanian dan perkebunan daerah melalui penerapan teknologi modern serta sinergi lintas sektor. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut konkret dari hasil Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkonas) APINDO yang menekankan adaptasi cepat terhadap kebutuhan dunia usaha.

Ketua DPK APINDO Bantaeng, Andi Adrianti Latippa, menjelaskan bahwa wilayah Bantaeng menyimpan potensi perkebunan yang sangat melimpah, khususnya pada komoditas kopi, kakao, cengkeh, dan tanaman hortikultura. Menurutnya, potensi besar ini memerlukan tata kelola yang lebih profesional berbasis teknologi guna menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing global.

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, Andi Adrianti yang akrab disapa Karaeng Rita Latippa ini mengajak para pelaku usaha setempat untuk mengadopsi ketangguhan filosofi pelaut Bugis-Makassar. Semangat pantang menyerah dalam menghadapi ombak kehidupan dinilai menjadi modal penting agar iklim usaha di Bantaeng tetap stabil dan terus tumbuh.

Meskipun demikian, sektor pertanian di Bantaeng masih dihadapkan pada kendala klasik seperti ketersediaan dan tingginya harga pupuk bagi petani. Kendati masalah pasokan tersebut perlahan mulai terurai, APINDO menegaskan perannya bukan sebagai distributor pupuk, melainkan sebagai jembatan kolaborasi untuk mencari solusi terbaik demi kesejahteraan para petani setempat.