Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (FKM Unimus) sukses menyelenggarakan agenda ilmiah berskala global bertajuk The 3rd International Seminar on Public Health and Sports (ISOPHS) 2026. Pertemuan internasional yang digelar secara hibrida pada 15-16 Juli 2026 ini berpusat di Aula GKB2 Kampus Unimus, Semarang, Jawa Tengah.

Mengusung tema besar mengenai ketahanan kesehatan masyarakat di era digital melalui integrasi teknologi dan aktivitas fisik, seminar ini dirancang sebagai platform kolaboratif. Forum tersebut mempertemukan ratusan akademisi, praktisi kesehatan, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai belahan dunia guna mendiskusikan inovasi terkini di sektor kesehatan dan keolahragaan.

Saat membuka acara, Rektor Unimus Prof. Masrukhi menegaskan bahwa lompatan teknologi digital saat ini harus diarahkan sepenuhnya untuk kemaslahatan manusia. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar modernisasi perangkat, melainkan instrumen vital dalam mendongkrak kualitas hidup dan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua Panitia ISOPHS 2026, Yeni Indriyani, menambahkan bahwa simposium ini mengintegrasikan beragam perspektif keilmuan mutakhir. Sepanjang kegiatan, para peserta terlibat aktif dalam diskusi yang menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kebijakan strategis kesehatan, aktivitas fisik, hingga teknologi informasi di sektor medis.

Pada sesi utama, seminar ini menghadirkan pakar dari lima negara. Di antaranya adalah Asnawi Abdullah (Indonesia) yang membahas ketahanan kesehatan publik, dan Taifo Mahmud dari Oregon State University (Amerika Serikat) yang memaparkan potensi kekayaan hayati laut sebagai bahan baku suplemen kesehatan masa depan.

Diskusi semakin kaya dengan paparan dari para pakar lintas negara lainnya, seperti Mohamad Rodi Isa dari Malaysia, Sayono dari Indonesia, Surasa Khongprasert dari Thailand, serta Shabbir Syed Abdul dari Taiwan. Mereka mengulas beragam isu krusial mulai dari pencegahan penyakit tidak menular, sistem deteksi dini penyakit, hingga manajemen data kesehatan berbasis kecerdasan buatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 229 peserta dari 22 institusi terkemuka di Indonesia, Malaysia, China, dan Inggris, dengan 109 di antaranya mempresentasikan riset mereka. Sebagai bentuk kontribusi pada dunia akademik, artikel ilmiah yang lolos seleksi dalam seminar ini akan dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi Sinta, prosiding ber-ISBN, serta buku ilmiah yang terindeks Scopus.