Pemerintah Vietnam secara tegas mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai katalis utama dalam mentransformasi sektor pertanian nasional. Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa inovasi tidak boleh terbatas pada laboratorium saja, melainkan harus menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat, mulai dari budidaya komoditas hingga rantai distribusi produk unggulan.

Dalam konteks persaingan pasar global yang semakin ketat, mengandalkan volume produksi dan harga murah saja tidak lagi memadai. Transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha tani. Implementasi teknologi modern, seperti yang dilakukan oleh Koperasi Teh Hao Dat di Thai Nguyen, membuktikan bahwa digitalisasi manajemen dan transparansi informasi produk mampu mendongkrak kualitas secara signifikan dan memenuhi standar pasar internasional yang menuntut keterlacakan (traceability).

Namun, tantangan besar masih membayangi. Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup mencatat bahwa meskipun komoditas seperti beras dan kopi telah diakui dunia, ekspor dalam bentuk bahan mentah masih mendominasi sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum optimal. Ketergantungan pada rantai distribusi perantara menjadi kendala utama yang perlu diatasi melalui modernisasi teknologi.

Transformasi digital yang komprehensif, mencakup pemantauan produksi berbasis data dan pengembangan ekonomi sirkular, dinilai sebagai kunci masa depan. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjawab tren konsumsi global yang mengedepankan aspek ramah lingkungan. Selain itu, penguatan sektor pengolahan dan pengawetan pasca-panen menjadi perhatian penting guna memastikan efisiensi di seluruh tahapan rantai pasok.

Para ahli menegaskan bahwa keberhasilan strategi ini memerlukan perubahan pola pikir dari semua pemangku kepentingan. Integrasi IPTEK dalam praktik pertanian adalah komitmen jangka panjang yang harus dilakukan secara konsisten, agar produk pertanian Vietnam dapat bertransformasi dari sekadar komoditas dasar menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang berdaya saing di pasar global.