Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram berkomitmen memperkuat ekosistem usaha lokal dengan mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini dinilai strategis dalam menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri sekaligus menekan tingkat pengangguran di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Hj. Shinta Primasari, menegaskan bahwa kehadiran UMKM baru memegang peranan krusial dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Keberadaan bisnis lokal berskala mikro dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara langsung dan menciptakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.
Salah satu contoh nyata dari inisiatif ini adalah dukungan terhadap unit usaha kopi keliling bernama Kopi Darat Maju dan Mapan (Kopdar 78). Menurut Shinta, jenama kopi lokal yang baru berjalan beberapa bulan ini telah terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi warga sekitar.
Menariknya, rantai pasok Kopdar 78 sepenuhnya mengandalkan potensi lokal. Gerobak yang digunakan untuk berjualan merupakan hasil karya para perajin besi di wilayah Babakan, Kota Mataram. Sinergi ini membuktikan bahwa pertumbuhan satu unit usaha mampu memicu efek domino yang positif bagi sektor kerajinan lokal lainnya.
Pemilik Kopdar 78, H. Ali Fikri, mengungkapkan bahwa usahanya yang baru berjalan selama tiga bulan kini telah memiliki lima gerobak operasional. Ia menargetkan ekspansi hingga 12 unit gerobak pada akhir Juli 2026. Target tersebut didorong oleh tingginya minat masyarakat, khususnya anak-anak putus sekolah, yang ingin bergabung menjadi mitra bisnis melalui sistem kemitraan mandiri.
Meskipun tergolong baru, Kopdar 78 telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menyajikan tujuh varian rasa dengan harga kompetitif mulai dari Rp7.500 hingga Rp15.000 per gelas, setiap gerobak mampu menjual rata-rata 50 gelas kopi per hari. Langkah ini diharapkan mampu memicu motivasi wirausaha muda lain di Mataram untuk segera merintis usaha mereka sendiri.