Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso melayangkan kritik keras terhadap salah satu sesi hiburan dalam gelaran Bondowoso Digital Day 2026. Organisasi keagamaan tersebut menyayangkan penampilan penata musik atau disk jockey (DJ) yang dinilai menyuguhkan gerakan erotis di tengah acara yang berfokus pada digitalisasi pelaku usaha tersebut.

Ketua PCNU Bondowoso, Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar, M.Si., menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung misi utama Bondowoso Digital Day dalam mendorong transformasi teknologi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, upaya pemerintah daerah dalam memperluas pasar produk lokal melalui digitalisasi adalah langkah progresif yang patut diapresiasi.

Kendati demikian, Syaeful menyayangkan masuknya unsur hiburan yang dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai kepatutan masyarakat setempat. Penampilan pengiring yang mengeksploitasi gerakan sensual dianggap tidak relevan dengan esensi pemberdayaan ekonomi kreatif serta edukasi digital yang menjadi ruh utama kegiatan tersebut.

PCNU mengingatkan bahwa acara yang diselenggarakan di ruang publik memiliki tanggung jawab moral yang besar karena disaksikan oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan keluarga. Oleh karena itu, PCNU mendesak Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses kurasi pengisi acara di masa mendatang.

Melalui evaluasi ini, PCNU berharap agenda pembangunan dan inovasi teknologi di Bondowoso tetap dapat berjalan beriringan dengan pelestarian etika, moral, serta budaya ketimuran yang Islami. Kritik ini diharapkan menjadi pemacu agar pemerintah lebih selektif dalam merancang konsep hiburan yang ramah keluarga di ruang publik.