Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mempertegas kontribusinya dalam pembangunan berkelanjutan melalui inisiatif pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Indramayu. Kolaborasi lintas fakultas dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ menghadirkan program edukasi pengelolaan sampah yang inovatif di SMP Negeri 1 Gabus Wetan pada awal Juli 2026.

Program ini berfokus pada optimalisasi bank sampah sekolah yang tidak sekadar berfungsi sebagai tempat pemilahan, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran sociopreneurship. Melalui penerapan teknologi tepat guna, UNJ mendorong sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri, sehingga mampu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi serta edukatif.

Kepala SMPN 1 Gabus Wetan, H. Rohsidin, menyambut positif kolaborasi ini sebagai upaya nyata dalam memperkuat karakter siswa yang peduli lingkungan. Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat UNJ, Prof. Budiaman, menekankan bahwa pendidikan lingkungan harus mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan solusi kreatif bagi generasi muda dalam menghadapi isu timbulan sampah.

Dalam kesempatan tersebut, pakar dari UNJ, Aam Amaningsih Jumhur, memaparkan strategi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Ia mencontohkan keberhasilan Bank Sampah Mutiara di Bekasi sebagai bukti bahwa pemanfaatan teknologi tepat guna—mulai dari mesin pencacah hingga pengolah sampah organik—dapat menekan beban pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.

Kegiatan yang melibatkan guru dan siswa ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi satuan pendidikan lainnya di Indramayu. UNJ berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan akademik agar model pengelolaan sampah ini dapat berkelanjutan, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta mempercepat terwujudnya ekonomi sirkular di lingkup pendidikan dasar dan menengah.