Seorang mahasiswi Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Nur Hazizah, yang menempuh pendidikan di Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan UTU, meraih medali perunggu (Bronze Medal) pada ajang The 4th International Youth Conference (IYC) 2026 yang digelar di Malaysia dan Singapura pada 27–28 Juni 2026.
Penghargaan tersebut diperoleh berkat karya ilmiah inovatif yang mengusung konsep pengolahan sampah menjadi produk sabun. Gagasan ini berangkat dari keprihatinan Hazizah terhadap persoalan penumpukan limbah di lingkungan pemukiman yang kerap memicu berbagai risiko kesehatan bagi warga sekitar.
Konferensi internasional ini diinisiasi oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) dengan menggandeng Asia Pacific Student Association serta Electrical & Electronic Engineering Nanyang Technological University sebagai mitra penyelenggara. Kompetisi yang telah memasuki edisi keempat ini menarik partisipasi 150 peserta dari 10 negara di berbagai belahan dunia.
Dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri, Hazizah memaparkan formulasi konkret untuk mengonversi sampah menjadi produk sabun yang memiliki nilai guna. Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk menekan volume limbah yang menumpuk, tetapi juga mengurangi ancaman penyakit akibat sampah yang tidak terkelola secara memadai.
Karya ilmiah tersebut juga mendapat apresiasi karena relevansinya dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Inovasi sabun berbahan dasar sampah ini dinilai mendukung pencapaian tiga poin SDGs sekaligus, yakni poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta poin ke-13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.
Usai pengumuman pemenang, Nur Hazizah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. "Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih penghargaan ini di tengah persaingan ketat dengan ratusan peserta dari berbagai negara. Inovasi ini lahir dari keprihatinan saya terhadap masalah penumpukan sampah yang berdampak buruk pada kesehatan manusia," tuturnya.
Hazizah menambahkan bahwa melalui produk sabun dari bahan dasar sampah ini, ia ingin membuktikan bahwa limbah yang semula dianggap tidak bernilai dapat ditransformasi menjadi produk sanitasi bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian ekosistem lingkungan.