WhatsApp secara resmi meluncurkan teknologi kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Meta Business Agent dalam ajang WhatsApp Business Summit (WABS) Indonesia 2026 di Yogyakarta. Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu pemilik usaha, mulai dari skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga korporasi besar, dalam menghadirkan layanan konsumen otomatis yang responsif dan beroperasi penuh selama 24 jam sehari.

Adopsi teknologi ini didorong oleh tingginya penetrasi komunikasi digital di tanah air. Berdasarkan data internal, sekitar 71 persen masyarakat Indonesia kini berkomunikasi dengan pelaku bisnis melalui aplikasi pesan singkat setiap hari. Selain itu, sebanyak 83 persen konsumen menyatakan bahwa keberadaan agen AI sangat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan informasi secara efisien.

Bagi sektor UMKM, Meta Business Agent dapat dengan mudah diaktifkan secara langsung melalui aplikasi WhatsApp Business. Fitur pintar ini memungkinkan para pelaku usaha melatih AI untuk menjawab pertanyaan spesifik, menyajikan katalog produk secara personal, membuat jadwal pertemuan, hingga mengalihkan percakapan ke staf manusia apabila ditemui kendala yang lebih kompleks.

Sementara itu, korporasi skala besar dapat memanfaatkan Meta Business Agent Platform untuk integrasi yang lebih mendalam. Platform ini memungkinkan sinkronisasi data dengan sistem manajemen pelanggan pihak ketiga seperti Shopify, Zendesk, hingga Shopee, guna memberikan kontrol penuh serta analisis performa bisnis yang lebih terukur.

Kehadiran agen AI ini telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah bisnis lokal. Mastung, sebuah agensi kreatif nasional, melaporkan kenaikan angka penjualan hingga 65,4 persen berkat respons AI di luar jam kerja operasional. Sementara itu, brand kecantikan Queensi mencatat peningkatan kapasitas penanganan pesan hingga 250 persen tanpa perlu menambah jumlah karyawan lapangan.

Di sisi lain, raksasa kosmetik Paragon memanfaatkan platform ini untuk merek perawatan rambut DermaScalp Expert (DSE) guna menyajikan konsultasi sains kulit kepala secara langsung di ruang obrolan. Guna mempermudah konsumen, WhatsApp juga tengah menyiapkan fitur pencarian langsung untuk menemukan kontak bisnis yang telah terintegrasi dengan Meta Business Agent.

Vice President Meta untuk India dan Asia Tenggara, Sandhya Devanathan, menekankan bahwa teknologi ini merupakan solusi strategis di tengah kultur masyarakat Indonesia yang gemar melakukan transaksi dan komunikasi melalui aplikasi perpesanan. Dengan hadirnya asisten AI ini, relasi antara produsen dan konsumen diharapkan dapat terjalin dengan lebih cepat, personal, dan efisien.