Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, menyatakan kesiapannya untuk menjalani debut perdana di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia BWF 2026. Walau menyadari besarnya tensi kompetisi tingkat tinggi ini, Thalita memilih memusatkan fokus pada kualitas permainan di lapangan ketimbang terbebani oleh target kemenangan.
Persiapan matang telah dirancang sejak jauh hari, mencakup pembenahan teknik, ketahanan fisik, hingga aspek psikologis. Menurut Thalita, ketenangan mental menjadi kunci utama agar ia mampu mengatasi tekanan saat bertanding. Bersama rekannya, Putri Kusuma Wardani, Thalita menjalani program latihan khusus yang dirancang intensif demi menghadapi turnamen akbar ini.
Thalita mengaku sempat terkejut mendapat kesempatan emas tampil di panggung dunia tahun ini. Sadar akan ekspektasi publik yang besar, ia menyiasatinya dengan teknik relaksasi guna menjaga pikiran tetap rileks selama kompetisi berlangsung.
Terkait target, tim pelatih tidak memberikan tuntutan khusus. Thalita lebih memilih menetapkan sasaran personal untuk mengevaluasi dan meningkatkan performanya setahap demi setahap. Menariknya, hasil undian membuka peluang bagi dirinya untuk menantang tunggal putri peringkat satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young. Pertemuan tersebut dinilainya sebagai kesempatan berharga untuk mengukur level permainannya dengan jajaran pemain elit dunia.
Pengalaman berlaga di Piala Uber sebelumnya diakui Thalita menjadi modal penting yang mendongkrak kepercayaan dirinya di kancah internasional. Ia menegaskan tidak ingin memikirkan kalah atau menang, melainkan hanya ingin mengerahkan segenap kemampuan terbaik yang dimilikinya dalam setiap laga.