Menyemarakkan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Wilayah Jawa Timur menginisiasi diskusi bertajuk "NU Pendidikan Tinggi dan Tantangan Global". Forum yang berlangsung di Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang ini memfokuskan pembahasan pada adaptasi teknologi mutakhir di lingkungan kampus-kampus NU.

Ketua LPTNU PWNU Jawa Timur, Junaidi Mistar, menjelaskan bahwa Muktamar NU menjadi momentum krusial untuk mengonsolidasikan kekuatan akademis perguruan tinggi NU (PTNU) agar mampu bersaing di kancah internasional. Salah satu strategi utama yang diusung adalah pembaruan infrastruktur teknologi di seluruh lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan NU.

Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, LPTNU merancang program sertifikasi teknologi internasional dengan biaya yang sangat terjangkau. Melalui kemitraan strategis dengan lembaga teknologi global, mahasiswa diharapkan memperoleh pengakuan keahlian yang valid untuk menembus pasar kerja dunia.

Meskipun diprakarsai oleh pengurus wilayah Jawa Timur, agenda strategis ini dihadiri oleh perwakilan LPTNU dari berbagai penjuru tanah air. Tercatat sebanyak 36 perwakilan PTNU di Jawa Timur menandatangani nota kesepahaman (MoU), sementara 26 pengurus LPTNU dari luar Jawa Timur turut berkomitmen menyukseskan program kolaboratif ini.

Junaidi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) berharap Muktamar ke-35 NU dapat membuahkan keputusan-keputusan strategis yang maslahat bagi kemajuan bangsa. Diskusi ini turut menghadirkan sejumlah pakar terkemuka, seperti Umi Mu'awanah dari BRIN, Mazhar Durrani selaku CEO Parallaxnet USA, serta akademisi senior H Nur Syam dan H Amir Maliki Abitolkha.