Kontingen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 4 Bone berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Kecamatan Libureng. Sekolah ini sukses mendominasi berbagai kompetisi antarpelajar tingkat SMP/MTs dengan memborong puluhan piala dari cabang olahraga, seni, keagamaan, gerak jalan, hingga kepramukaan.
Pada sektor olahraga, MTsN 4 Bone keluar sebagai juara umum setelah mengamankan podium pertama di cabang sepak bola dan bola voli putri. Tim bola voli putra, bulu tangkis putra, serta sepak takraw menyusul di posisi kedua, sementara tim bulu tangkis putri turut menyumbang poin dengan meraih juara ketiga.
Kreativitas dan bakat keagamaan para siswa juga tidak kalah bersinar. Madrasah ini mengamankan posisi puncak pada kategori lomba qasidah, pembacaan puisi putri, tari kreasi, serta menyanyi solo putra. Sementara di bidang keagamaan, dominasi ditunjukkan lewat raihan juara pertama untuk hafalan surah pendek putra dan putri, serta praktik salat putra dan putri.
Prestasi paling signifikan diraih oleh kontingen pramuka yang dinobatkan sebagai Juara Umum cabang kepramukaan. Mereka menyabet belasan gelar juara pertama di berbagai sub-cabang, seperti tari semaphore, perintisan (pioneering), kode morse, hingga lomba baris-berbaris. Kemenangan ini sekaligus memastikan langkah tim pramuka MTsN 4 Bone untuk mewakili Kwartir Ranting Libureng pada ajang Lomba Tingkat III (LT III) Kwartir Cabang Bone yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Pembina Ekstrakurikuler Pramuka MTsN 4 Bone, Andi Ammar, mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi para siswa. Ia menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan bukan semata-mata demi mengejar piala, melainkan sebagai instrumen penting untuk menanamkan karakter disiplin, kemandirian, dan kerja sama sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan.
Kepala MTsN 4 Bone, Andi Ridwan, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh staf pengajar, pembina, serta siswa yang telah berjuang keras. Ia mengingatkan agar pencapaian luar biasa ini tidak membuat para siswa cepat berpuas diri, melainkan menjadi motivasi tambahan untuk terus mengasah kemampuan demi menghadapi tantangan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.