Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menempatkan isu kesehatan mental di kalangan remaja sebagai fokus utama dalam kebijakan pembangunan keluarga ke depan. Hal ini disampaikan secara tegas saat dirinya memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di kantor BPJS Kesehatan.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Wihaji menekankan bahwa tantangan psikologis yang dihadapi generasi muda saat ini memerlukan sinergi lintas sektoral. Menurutnya, kesehatan mental bukan sekadar masalah individu, melainkan fondasi krusial bagi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Lebih lanjut, Wihaji mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem pendukung yang inklusif bagi remaja. Langkah ini dinilai mendesak untuk mencegah dampak jangka panjang yang dapat menghambat pertumbuhan generasi penerus bangsa, sekaligus memastikan perlindungan hak-hak kesehatan mental remaja terlaksana secara merata di seluruh daerah.